Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Kapan Kiamat Datang? Ini Ramalan Presiden Rusia
Senin, 24 Desember 2012
Posted by Unknown
Tag :
Internasional
Heboh rumor kiamat yang ditafsirkan Bangsa Maya terjadi pada Jumat (21/12) hari ini menimbulkan berbagai reaksi banyak pihak. Tidak terkecuali Presiden Rusia Vladimir Putin.
Berbicara kiamat, Putin pun mempunyai ramalan sendiri. Presiden berusia 60 tahun ini berpendapat kiamat baru akan terjadi 4,5 miliar tahun lagi.
"Saya tahu kapan kiamat akan datang, sekitar 4,5 miliar tahun," kata Putin seperti dilansir dari The Telegraph, Jumat (21/12).
Putin menjelaskan, dirinya ingat benar, siklus fungsi matahari adalah tujuh atau 14 miliar tahun dan saat ini (usia bumi) berada di tengah.
Putin menambahkan, reaktor hanya akan mati, dan kemudian akhir dunia akan datang. Tetapi sampai saat itu, akan ada hal-hal lain yang terjadi pada matahari. Menurut Putin, matahari akan berubah menjadi kerdil berwarna putih.
"Apa yang harus ditakutkan? itu tidak dapat dihindari," ucap Putin ketika ditanya apakah dia takut.
Karena itu, suku Maya menyambut datangnya tanggal 21 Desember 2012 dengan melakukan ritual kepercayaan. Mereka umumnya mengelar upacara untuk menghormati nenek moyang mereka. Dijelaskan Alfonso, periode baru dunia bisa berarti kesempatan baru bagi umat manusia. "Di tanggal 21 Desember, kami hanya melakukan upacaya dan bekerja seperti biasa," aku dia.
Alfonso menyadari, ada kekeliruan sejumlah pihak perihal masalah tanggal 21 Desember. Sejak awal dia menegaskan bahwa Suku Maya tidak pernah mempercayai adanya akhir dunia. Namun, adanya sekelompok suku yang menginterpertasi arti pergantian tanggal dinilai sebagai pemantik awal isu kiamat. "Kami sendiri tidak pernah mempercayai hal itu," ujar dia.
Kepada anak dan sitrinya, Ryan bahkan sudah membiasakan mereka untuk hidup dengan makanan alternatif. Gangang, cacing, bahkan daging tikus dia santap sebagai persiapan menghadapi kiamat. Menurutnya, makanan alternatif akan jadi salah satu kunci untuk bertahan hidup saat akhir dunia.
Seperti dilansir CNN, pria ini juga telah menyiapkan beberapa senjata laras panjang untuk menghadpi kekacauan di akhir dunia. Menurut Ryan, kehancuran awal dunia akan terjadi dengan runtuhnya ekonomi sejumlah negara. "Saya pikir keruntuhan ekonomi itu akan segera terjadi," ujarnya kepada CNN.
Sekalipun kiamat tanggal 21 Desember 2012 tidak terbukti, Ryan tetap yakin hari akhir dunia telah semakin dekat. "Mungkin banyak yang menyanggahnya bahkan menilai tidak ada hari akhir. Padahal semua (kiamat) itu akan segera terjadi,"
Ryan tidak sendiri. masih banyak komunitas Amerika yang telah mempersiapkan diri menghadapi kiamat. Komunitas yang percaya kiamat ini bahkan kerap melatih diri dengan bertahan hidup seadanya dalam hutan.
Baginya 21 Desember 2012, adalah era bumi yang lama. Memasuki 22 Desember, bumi dipandangnya telah memasuki fase baru. "Kita semua beruntung karena bisa merasakan dua era yang berbeda," ujarnya kepada CNN.
Dia menolak bila dikatakan prediksi suku Maya keliru. Baginya, berakhirnya sebuah era bukan berarti dunia akan hancur. Berakhirnya sebuah era bisa menandakan pembaruan terhadap zaman.
Namun Santos memprediksi kiamat akan tetap terjadi yang akan menutup segala rangkaian era manusia. "Mungkin bukan dalam waktu dekat ini,"
Prediksi suku Maya tentang berakhirnya dunia tidak terbukti. Hingga 22 Desember 2012, tidak terjadi suatu hal berarti di belahan bumi.
Anggota-anggota Dewan Keamanan (DK) PBB, minus Amerika Serikat, juga mengkritik rencana Israel tersebut.
Perwakilan 14 anggota DK PBB menyerukan penghentian rencana permukiman Yahudi, Rabu (19/12) kemarin. Rencana Israel itu mengancam solusi dua negara atau two-state solution merdeka.
Duta Besar Maroko untuk PBB yang juga Presiden Dewan Keamanan PBB, Mohammed Loulichki, mengatakan 14 negara menyatakan usaha Israel memperluas permukiman Yahudi membuat resolusi gagal.
Ban mengatakan permukiman Israel mengancam kemerdekaan Palestina. Menurut Ban, proses perdamaian Timur Tengah ini membeku.
"Saya mendesak Israel untuk menahan diri melanjutkan langkah yang berbahaya ini," ujar Ban seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (21/12).
"Sekitar 30 orang cedera akibat insiden-insiden (dalam delapan hari) itu," ujar pejabat di Gaza.
Israel dan kelompok pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza terlibat perang delapan hari bulan lalu yang menewaskan 174 orang Palestina. Korban Israel terdiri dari 100 warga sipil Palestina.
Bentrok Hamas-Israel meletus pada 14 November. Bentrok dipicu pembunuhan komandan militer Hamas Ahmed Jaabari oleh Israel.
Selama operasi delapan hari itu, militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 1.500 sasaran, sementara pejuang Gaza menembakkan 1.354 roket ke Israel.
Bentrok Hamas-Israel itu akhirnya bisa diakhiri setelah Menteri Luar Negeri AS Hillary dan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon memprakarsai gencatan senjata. Sayang, hanya dalam hitungan pekan Israel melanggar kesepakatan yang telah dibuat Amerika dan PBB tersebut.